Santri Zaman Doeloe dan Zaman Sekarang

     Santri adalah sebuatan bagi seseorang yang memperdalam pendidikan agama Islam dipesantren dan menetap ditempat tersebut untuk waktu yang cukup lama. Biasanya santri tidak di izinkan pulang sebelum empat puluh hari tinggal di pesantren. Tujuanya agar para santri betah terlebih dahulu tinggal dipesantren. Merasa tidak betah, nangis dan sebagainya adalah hal biasa yang dialami oleh santri baru. Namun, jika telah melewati waktu yang cukup lama dengan sendirinya akan beradaptasi dengan lingkungan pesantren. Tidak jarang, santri yang cukup lama tinggal dipesantren terkadang lebih suka tinggal dipesantren daripada pulang kerumah, rame katanya. Memang, kehidupan santri sangat mengasyikan.
       Selain memiliki banyak teman hal menarik lainya ketika menjadi seorang santri adalah ketika mengantri untuk mandi, makan senapan untuk ber ramai-ramai dan terkadang harus kehilangan barang pribadi, baju misalnya. Tapi itu semua menjadi ketertarikan tersendiri hingga membuat seseorang senang menjadi seorang santri. Ro'an merupakan salah satu kegiatan pesantren yang biasanya di adakan ketika hari minggu untuk bersama-sama membersihkan pesantren.
       Ciri khas dari santri adalah mengenakan sarung, berbaju koko dan berpeci, begitu sebaliknya para prempuanpun menjadi kaum bersarung dengan baju muslim dan jilbab yang terbalut menutupi auratnya. Al-Qur'an dan kitab adalah kajian utama para santri. Kitab Bulughul Maram, Nahwu Saraf, Amsilati dan masih banyak lagi yang para santri kaji. Hafalan merupakanan makanan sehari-hari para santri, mulai dari hafalan Al-Qur'an hingga hafalan kitab.
       Takziran sebutan hukuman bagi para santri yang melanggar. Takziran bisa berupa apa saja, mulai dari membayar denda hingga membersihkan pesantren. Takziran dilakukan untuk membuat santri jera melanggar tata tertib pesantren. Karena didalam pesantren diajarkan kedisiplinan dan bertanggung jawab atas kewajiban.
       Para santri akan berebut menata sajadah dan sandal sang kyai untuk mencari berkah. Hal tersebut merupakan bentuk kepatuhan dan ketulusan para santri terhadap kyai. Itulah para santri yang yang mencari berkah dari sang kyai.
       Pada zaman penjajahan santri membantu para pahlawan dalam melawan pada penjajah. Mulai dari mendo'akan para pejuang hingga ikut berperang melawan penjajah. Santri tidak hanya sekedar orang yang tengah memperdalam pendidikan agama Islam. Namun santri juga dapat dikatakan sebagai pahlawan.
Lalu bagaimana dengan santri zaman sekarang?
       Tidak dapat dipungkiri di era kemajuan teknologi ini hampir semua umat manusia menggunakan smart phone, tak terkeciuali antri. Berbagaipun caranya akan santri lakukan untuk membawa smart phone ke pesantren, meskipun sebenarnya pesantren melarang santri membawa smart phone. Karena itu akan menganggu proses belajar santri. Tapi tidak dapat dipungkiri jika ada beberapa pesantren yang membolehkan santri nya membawa smart phone. Tidak sedikit santri yang mengupdate kegiatan sehari-hari nya dalam akun sosial media.
       Sebagai santri Indonesia seorang santri harus cerdas dalam memanfaatkan kecanggihan tekhnologi yang ada. Tidak hanya bermain facebook, instagram, twitter, bahkan game. Dari gadget santri dapat mengakses ilmu apa saja. Santri Indonesia harus cerdas,kreatif dan inovatif karena santri adalah kekuatan terbesar Indonesia.
       Dahulu seorang santri ikut berjuang dalam memerdekakan Indonesia. Zaman sekarang dengan segala kecanggihan yang ada santri Indonesia dapat berjuang memajukan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Zaman dahulu santri adalah seorang pejuang melawan penjajah, zaman sekarang santri adalah pejuang dalam memajukan bangsa Indonesia.

Comments

Popular posts from this blog

Diet Sehat

Kulit Putih dengan Kulit Jeruk